|
8:16 PM Friday, July 31, 2009 -
0 comments
- [ post comment ]
Surat ini aku buat 2 tahun yang lalu. Berarti kira-kira surat ini aku buat pas semester 2. Saat sedang semangat-semangatnya belajar memaknai cinta di tapak awal perubahan. Saat sedang belajar mengungkap dan menyusun kata-kata rindu. Saat ghirah sedang menyala-nyala di kampus segudang kisah. Tadinya aku cuma mau ngecek friendster aja. Iseng buka blog friendster ku. Udah lama banget ga’ buka. Eh, nemu ini. Pas pula dibuat tanggal 30 Juli 2007. Berarti kemarin, 2 tahun yang lalu. Kebetulan yang “ga’ tau apa kata yang cocok”. Judulnya Surat Cinta 2. Surat Cinta 2 Untuk belahan jiwaku di Palestina, Chechnya, Iraq, Afghanistan, bosnia, kosovo, di belantara milik-Nya, yg sedang berjuang…. seandainya ya, aku punya sayap aku ga perlu lagi ngurus tiket pesawat trus ga perlu lagi adu urat ma petugas bandara di indonesia aku pengen terbang ke palestina ke Chechnya, ke Iraq, ke tempat setiap belahan jiwaku aku ga bakal lupa bawa pisau dapur bunda ku kan ku balas org2 laknat yg membuat saudari2ku janda yg membuat adik2ku yatim piatu kan ku balas mereka yg tega merobek2 kesucian saudari2 ku aku juga bakal bawa semua makanan di kulkas buat adek2 disana pasti mereka senang mungkin lebih senang lagi jika mereka tau aku membawa batu2 kerikil dipekarangan rumahku :’( seandainya raga dan kekuatanku dpt kuberi akan kuberi tapi pasti kau berharap itu tak seandainya aku pun begitu malu teramat dalam padamu tapi aku bukan pengecut kau pasti senang mendengar berita ini disini tetap ada yg mencintaimu tetap ada yg berjuang demi tanah kita yg mereka rebut kan kau lihat tangan dan mulut kami kan berjuang bersama ragamu yg berjihad disana perjuangan ini akan berhenti jika tangan kami tak lagi bergerak dan mulut kami tak bersuara dengan kehendak-Nya kan kau akan lihat kami disana membawa raga dan pedang berjuang dibarisanmu…. Uhibbukum lillah….
|
|
8:21 PM Sunday, July 26, 2009 -
0 comments
- [ post comment ]
Jiaahh,, cinta lagi, cinta lagi,, topik kek gini nih biasanya nyang demen bahas nyang belum nikah. Biasanya lho,, *uhuk* termasuk,, *uhuk*. Tapi namanya cinta, bebas dibahas tapi bukan bebas diumbar. Jadi keinget diskusi sama salah seorang temen saya di Kota Sabang. Dia bilang, “cinta tu rasanya ibarat antara tae’ lembu ma coklat, Ra’.” Warna sama, rasa beda. Judul sama, bisa jadi masing2 orang ngrasainnya beda.” Wehehehe,, saya ngakak pas dia bilang kek gitu. But iya yah, kumaha story-nya kalo your love bertepuk sebelah hand. Apakah kamu akan :
Ya ya ya, akan beragam cara yang dilakukan. Namun apapun yang kamu dan saya akan lakukan, sejatinya cinta yang berkah adalah cinta yang menuai pahala (kek nama tetangga MP-ers ane). Kalo cinta menuai derita, nah nah, berarti there’s something wrong. Bisa jadi karena caranya, bisa jadi karena implementasinya, bisa jadi karena niatnya, bisa jadi karena syahwat yang telah mendominasi, bisa jadi karena memang bukan dia! Terutama soal cinta, kaca memang diperlukan. Sebenarnya baik itu cinta yang bertepuk-tepuk tangan atau yang ga’ bertepuk sama sekali kedua-duanya adalah ujian. Keduanya sama buruk jika realisasinya salah tempat. “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan)…”.(Al-Baqarah : 214) Cobaan yang biasa saja, tapi menjadi luar biasa jika dihadapkan pada kita. Ga’ salah. Cobaan ntu kan macem2, dan akan disesuaikan dengan kualitas diri kita. Kita akan dicoba pada titik lemah. Sekarang ya tergantung kitanya mau naik peringkat atau stagnan disitu-situ aja, lebih parah lagi kalo malah jatoh. Just try hard to be a positive-thinker. Bukankah Dia sesuai dengan prasangka hamba-Nya? Jika cinta itu bertepuk sebelah tangan ataupun belum bertepuk, mungkin saja :
So, laa tahzan. Sebenarnya kamu bakalan ga’ papa kalo kamu lebih mencintai-Nya di atas segalanya, sekalipun cinta kamu ditampar, bukan ditepuk. Yakinlah. Memang SULIT, tapi selalu MUNGKIN (Steven Covey). “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya…” (Al-Baqarah : 286) Jodoh ndak kemana (bukan saya yg bilang). Sudah tertulis di Lauh Mahfudz. Udah digaransi sama Allah. Sekalipun kamu ditolak berkali-kali kalo memang udah jodoh ya ndak bakal ketuker. Sekalipun kamu disini dan dia di antah-berantah pasti akan ketemu. Telah dibuat Allah jalannya. So ndak usah takut, ndak usah ragu. Maju terus pantang mundur!! ”…boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 216) “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al-Baqarah : 286) Allahumma aamiin –senantiasa dalam rangka perbaikan diri- Buku-buku referensi :
|


